Rabu, Januari 11

Pohon Cendana Di NTT(nusa tenggara timur)

a. Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliphyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Santales
Famili : Santalaceae
Genus : Santalum
Spesies : Santalum album L.

    b. Nama Daerah Berbagai masyarakat di Nusa Tenggara Timur mengenal cendana dengan berbagai istilah antara lain : kai salun (Helong), hau meni (Atoni meto), ai kamenil (Tetun), Hadana, ai nitu atau Wasu dana (Sumba), ai nitu (Rote), haju mangi (Sabu), bong mouni (Alor).
    c. Penyebaran dan Tempat Tumbuh Cendana mempunyai penyebaran alami terbatas di Indonesia antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi dan Maluku. Tanaman ini tumbuh baik pada ketinggian antara 50 – 1200 meter dpl, tipe iklim D dan E (menurut Schmidt-Ferguson) dengan rata-rata curah hujan per tahun antara 1100 – 2000 mm serta memiliki 14 hari hujan dalam 4 bulan terkering. Tanaman cendana sangat cocok pada daerah yang berudara dingin dan kering serta intensitas cahaya matahari yang cukup. Bulan kering yang panjang sangat baik pengaruhnya terhadap pembentukan minyak dan aroma. Anakan cendana sangat peka terhadap kekeringan dan sinar matahari langsung, sehingga mudah layu. Pada tanah yang banyak mengandung humus, pertumbuhan candana lebih baik daripada ditanah yang gersang dan tererosi atau ditempat yang banyak ditumbuhi rumput. Dari hasil analisa terhadap beberapa macam contoh tanah yang dikumpulkan dari berbagai daerah tempat tumbuh cendana dapat diketahui bahwa: a. Pada umumnya cendana dapat tumbuh ditanah yang berbatu-batu (lebih kurang 30 cm). b. Dapat tumbuh ditanah liat dan galuh, akan tetapi lebih baik ditanah galuh (leemground). c. Kirasan pH tanah, mulai dari sedikit dibawah netral sampai dengan sedikit alkalis. d. Dapat tumbuh pada kadar hara yang rendah sampai kadar yang tinggi (terutama kadar N, P2O5 dan K2O). e. Tanah dilapisan atas harus gembur dengan bobot jenis di bawah 1.2 persen. f. Warna tanah dari merah sampai coklat; ditanah yang berwarna hitam atau putih pertumbuhan cendana kurang baik.
    d. Habitus
    Tanaman ini berupa pohon kecil yang selalu hijau dengan batang yang lurus dan bulat tanpa alur. Daun berbentuk ovate atau lenset dan berminyak, dengan panjang sekitar 3.25 – 7.50 cm. Tanaman tersebut berbunga cepat, dan pada umur 3 – 4 tahun, mulai berbuah. Bunganya hermaphrodite, berbentuk tabung yang mempunyai empat sampai lima lidah yang terlepas satu dengan lainnya. Buah cendana merupakan biji yang keras berbentuk bulat, berwarna hitam dengan tiga keratan dari ujung ke tengah-tengah dinding bijinya keras. Daging bijinya tipis. Musim bunga utama pada bulan Desember hingga Januari. Buahnya masak pada bulan Maret dan Juni. Pohon cendana telah berbuah pada usia 3 – 4 tahun. Namun untuk bibit yang terbaik adalah buah dari pohon yang telah berusia 20 tahun. Buah yang masak jatuh dan lekas rusak. Semut, tikus dan burung suka makan buahnya. Namun benih hanya tumbuh pada lingkungan yang ideal. Cendana dapat berkembang biak melalui biji dan akar. Kayu galih atau teras cendana keras berserat padat dan berwarna kekuning-kuningan dan brminyak. Kayu pinggirnya berwarna putih dan hampir tidak berbau. Pembentukan galih atau teras dimulai sekitar usia 15 tahun. Namun pohon cendana baru siap dipanen pada usia 40 – 50 tahun.
    e. Kegunaan
    Kayu cendana memiliki aroma harum. Kayu dan minyaknya digunakan untuk upacara agama maupun upacara tradisional di berbagai negara. Minyak atsiri yang dihasilkan merupakan bahan baku untuk produksi parfum,sabun,obat-obatan dan kosmetik. Kayunya digunakan untuk barang-barang kerajinan. Kualitas tertinggi kayu cendana berasal dari bagian paling bawah pohon yang telah berumur lebih dari 50 tahun dan tumbuh di hutan. Akar cendana mengandung 10% minyak, sedangkan bagian kayu batang dan ranting mengandung 2-4% minyak.
    f. Budidaya
    Pembuatan persemain diperlukan seandainya dalam penanaman digunakan bibit. Kalau digunakan biji dalam penanaman, maka persemaian tidak perlu dibuat. Dalam memilih lokasi persemaian, persyaratan lokasi yang harus di penuhi sebagai berikut : • Lapangan datar, dekat sumber air dan dekat pengangkutan. • Kondisi lingkungan sesuai dengan persyaratan tempat tumbuh Cendana.
    1. Pengadaan biji Pengumpulan biji Cendana berbeda setiap daerah karena musim berbuah tergantung pada kondisi daerah tempat tumbuhnya, tetapi umumnya bulan Pebruari sampai Juni. Di P. Timor pengumpulan biji dapat dilakukan pada bulan Maret – Juni. Buah yang baik untuk biji, berasal dari induk tanaman yang berumur 20 –30 tahun, walaupun pohon Cendana sudah mulai berbuah pada umur 4 tahun. Biji yang sudah ditandai dengan wana buah kemerah-merahan sampai kecoklatan. Pohon yang berkwalitas baik dapat menghasilkan buah 5 –10 kg biji kering. Setiap kilogram berisi 5000 –7000 biji. Biji dapat diperoleh dari kebun sendiri atau membeli dari perusahaan yang ditunjuk oleh Departemen Kehutanan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengadaan biji antara lain : 1. Biji yang sudah dikumpul segera disemaikan atau ditanam dilapangan, karena dalam jangka dua bulan dalam temperatur kamar daya kecambahnya turun 50% dan setelah 5 bulan 0%. Daya kecambah biji dapat dipertahankan tetap tinggi bila disimpan pada ruangan bertemperatur 5 ºC – 7 ºC dengan kelembaban 45 %. 2. Biji berasal dari pohon yang pertumbuhannya baik. 3. Jelas asal usulnya. 4. Kulit biji segar, mengkilat 5. Biji berukuran besar dan sehat
    Bibit cendana juga dapat diperoleh dari permudaan berupa anakan alam atau stek akar, kemudian disapih dalam kantong plastic (polyback). Untuk merangsang pertumbuhan akar, bahan tanaman diberi larutan hormone (rootone). Cara ini menghasilkan persentase jadi yang lebih rendah daripada digunakan biji. Guna memperoleh produksi dan kwalitas tegakan, perlu diupayakan pemakaian bibit yang baik.
    2. Penaburan biji
    Lokasi persemaian untuk pembuatan bibit cendana harus memenuhi persyaratan sebagai berikut : • Berdekatan dengan lokasi penanaman dan lingkungan lokasi pembibitan sesuai dengan persyaratan yang dikehendaki Cendana. • Cukup tersedia air dan muda diawasi • Luas sesuai dengan luas rencana persemaian yang akan dibangun.
    a. Penyemaian biji dalam bedeng tabor Bedeng tabur dapat digunakan bak kayu atau bak plastik. Ukuran bedeng tabur disesuaikan dengan jumlah biji yang akan disemai dan luasnya lahan yang diperuntukkan untuk keperluan bedeng tabur. Umumnya digunakan 2 x 1 m atau 1 x 1 m. Media tabur digunakan campuran tanah lapisan olah dan pasir halus dengan perbandingan 1 : 2. Sebelum digunakan sebaiknya media tabur tersebut dicampur dengan produk TSP dengan dosis 1 kg TSP untuk 1 m3 media. Sebelum media tabur tersebut ditananami biji disiram secukupnya. Biji ditanam dengan jarak 1 x 2 cm atau 5 x 5 cm. Setelah ± 7 hari biji berkecambah. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyemaikan Cendana sebagai berikut : • Biji cendana disemai bersama-sama tanaman inangnya. Tanaman inang yang digunakan antara lain lombok. Penanaman biji sedalam ± 1 cm kemudian ditutup oleh tanah halus atau pasir. • Bedeng tabur diberi naungan. • Penyiangan gulma perlu dilakukan setiap saat. • Penyiraman dilakukan pagi atau sore hari 1– 2 kali sehari. • Setelah kecambah berumur 1 – 2 minggu dan batangnya mulai mengayu segera disapih, bersama-sama pohon inangnya.
    b. Penyemaian biji langsung ke kantong plastik
    Cara ini lebih praktis daripada cara diatas, karena tidak memerlukan penyapihan. Media yang digunakan sama seperti bedeng tabur. Kantong plastik yang digunakan berukuran 8 x20 cm dan tebalnya ± 0,04 mm berwarna putih atau hitam. Sebelum kantong plastik tersebut diisi media, diberi lobang-lobang kecil pada bagian bawah dan pinggirnya. Maksudnya untuk menghindarkan air penyiraman yang berlebihan. Sebelum biji disemai, media disiram dulu dengan air secukupnya. Biji disemai bersama-sama tanaman inangnya dalam satu kantong yang sudah bermedia. Tanaman inang yang digunakan lombok. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bibit sebagai berikut : • Pembuatan bibit dilakukan dibawah naungan dalam hal ini dapat dipakai atap dari daun nipah atau sarion warna hijau. • Penanaman biji sedalam ± dan penyiraman dilakukan setiap hari pagi dan atau sore sampai bibit mencapai ukuran siap tanam (±5 – 7 bulan). • Selama bibit dipersemaikan perlu dilakukan penyiangan gulma yang tumbuh.
    3. Penyapihan a. Bibit dan bedeng tabur Media yang digunakan untuk penyapihan digunakan campuran tanah lapisan olah dan pasir dengan perbandingan 3 : 1. Media tersebut diisikan ke dalam kantong-kantong plastik yang sudah diberi lobang-lobang kecil pada bagian bawah dan pinggir secukupnya. Sebelum media ditanami bibit, media disiram secukupnya. Bibit ditanam tegak lurus dengan hati-hati, bersama-sama tanaman inangnya. Patut diperhatikan jangan sampai akar tunggangnya terlipat atau perakaran lain rusak. Proses penyapihan selama 5 – 7 bulan dilakukan dibawah naungan.
    b. Bibit dari permudaan alam 
    Prinsipnya hampir sama dengan cara penyapihan bibit dari bedeng tabur. Yang patut diperhatikan anakan alam yang digunakan maksimal berdaun 4 – 5. Untuk mengurangi penguapan daun dipotong setengahnya Akar tunggang yang terlalu panjang bisa dipotong sebelum anakan ditanam/disapih.

4. Pemeliharaan


Kegiatan pemeliharaan yang perlu dilaksanakan antara lain berupa : penyiraman, pemupukan dan pemberantasan hama dan penyakit. Penyiraman dengan air bersih dilakukan 2 kali sehari. Cara penyiraman jangan dilangsung disemprot dengan air, akan tetapi media tumbuhnya basah secara merata. Setelah berumur ± 4 minggu, tanaman muda dipupuk NPK dengan dosis 0,1 gram/bibit atau ½ sendok the. Selanjutnya pemupukan diberikan setiap 2 – 3 minggu sampai berumur 8 – 10 minggu. Hama tanaman yang biasa menyerang persemaian adalah tikus, belalang dan jangkrik. Sedangkan penyakit yang biasa menyerang adalah penyakit bulir, karat daun, dan lain-lain. Untuk mencegah kemungkinan adanya serangan hama dan penyakit, persemaian perlu disemprot dengan menggunakan pestisida/fungisida serta dijaga kebersihannya.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Member Login

Lost your password?

Not a member yet? Sign Up!